ROKOK HERBAL, PELUANG USAHA BARU

Apakah anda perokok ? ingin berhenti merokok ?

Banyak perokok sebetulnya memiliki keinginan untuk berhenti merokok. Berkali-kali mencoba, berbagai cara dilakukan, tapi sayangnya seringkali gagal dan hanya bertahan beberapa bulan.

Peringatan bahaya merokok bukan tidak tahu. Segala konsekuensi bukan tidak mengerti. Akan tetapi, menghilangkan kebiasaan yang sudah terpatri sekali lagi bukan perkara mudah. Dibutuhkan niat dan keteguhan yang sangat kuat. Namun begitu, bagi anda perokok yang tidak bisa menghentikan kebiasaan merokok masih ada solusi, yaitu ”menikmati rokok sambil terapi kesehatan”.

Saat ini telah tersedia produk yang disebut rokok herbal, rokok terapi kesehatan, walaupun isinya sebagian besar racikan ramuan, bukan tembakau tetapi namanya tetap disebut “rokok”. Berdasarkan informasi produk ini berbeda dengan rokok yang ada di pasaran. Perbedaan itu antara lain berdasarkan hasil uji lab , kandungan nicotinnya rendah bahkan mendekati 0%. Sementara nilai TAR yang dikandungnya adalah ramuan jamu terapi kesehatan yang membantu mengurangi racun dalam paru-paru sehingga nafas menjadi terasa ringan.

Istilah Herbal dalam dunia pengobatan memiliki makna yang luas, yaitu segala jenis tumbuhan dan seluruh bagian-bagiannya yang mengandung satu atau lebih bahan aktif yang dapat dipakai sebagai obat (therapeutic). Herbal di kenal juga sebagai tanaman obat yang salah satu, sebagian, atau seluruh bagiannya mengandung zat atau bahan yang berkhasiat baik bagi kesehatan tubuh. Bagian yang dimaksud bisa daun, batang, akar, umbi, buah atau bunga. Di dalam herbal atau tanaman obat itu terdapat kumpulan zat-zat yang memiliki beberapa efek farmakologi karena komposisi kandungan yang terdapat dalam tanaman obat itu bersifat konstruktif yaitu bersifat membangun organ, sel dan sistem tubuh.

Ramuan Rokok Herbal itu sendiri terdiri dari bahan-bahan yang mengandung asam dan basa, sehingga menghasilkan abu yang juga mengandung ramuan yang bermanfaat. Uniknya, jika dirasakan abu Rokok Herbal akan terasa gurih, karena adanya proses pengkristalan dari kandungan garam yang ikut membentuknya. Abu ini bisa dimanfaatkan sebagai obat luar yang membantu meringankan maupun menyembuhkan luka atau keluhan ringan, dengan cara menaburkan abu Rokok Herbal tersebut pada luka ringan, sariawan, panas dalam, gatal-gatal kulit seperti exsim serta membantu memulihkan luka yang disebabkan oleh penyakit diabetes. Ini merupakan terobosan yang sangat luar biasa dalam industri Rokok kita karena hal ini akan memberikan opsi yang lebih baik dan jauh lebih sehat dalam dilematisme gaya hidup masyarakat Indonesia yang sudah berjalan selama ini.

Bagi saya produk ini terbilang baru, dan setelah saya coba, rasanya lebih enak ketimbang rokok biasa dan tidak menyesakkan nafas serta bau asapnya tidak bikin pusing kepala. Produk rokok herbal untuk terapi kesehatan ini dijual melalui sistem penjualan berjenjang (Multilevel Marketing /MLM). Bisa dibilang sebuah peluang usaha yang cukup menggiurkan, mengingat jumlah perokok di Indonesia yang sangat banyak. Paling tidak bagi perokok berat selain untuk diisap sendiri, juga bisa jadi usaha sampingan, sambil merokok, mendapat keuntungan pula.
Apa benar ??????? Ayo siapa yang mau coba dan mau bergabung dengan jejaring pemasaran ?

Semoga Sukses dan Sehat Selalu.

INOVASI TEKNOLOGI DALAM BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Budidaya jamur tiram memang cukup mengggiurkan. Proses produksinya mudah. Usaha ini memanfaatkan bahan baku limbah pertanian berupa serbuk gergaji dan ampas tebu yang harganya murah.

Prospek pasar yang terbuka luas baik dalam maupun luar negeri. Masyarakat di negara seperti Amerika, Eropa, dan Jepang konsumsi berbagai produk jamurnya relative tinggi. Wajar, pembudidayaan jamur tiram secara komersial saat ini cenderung meningkat.

Proses budidaya jamur tiram pada umumnya meliputi beberapa tahapan yaitu persiapan, pengayakan, perendaman, pengukusan, pencampuran, pengomposan, pembuatan media dan pengisian log, sterilisasi, pendinginan, inokulasi (pemberian bibit), inkubasi (spawning), penumbuhan (growing) dan pemeliharaan, pemanenan dan pasca panen.

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan praktisi jamur, tahapan sterilisasi, tahapan pertumbuhan dan pemeliharaan merupakan masa kritis (critical point) dalam proses budidaya jamur. Artinya jika kedua tahapan tersebut dilalui dengan baik maka usaha jamur tiram akan relatif menguntungkan.

Proses sterilisasi sangat penting, karena bertujuan menekan pertumbuhan mikroba seperti bakteri, kapang dan khamir atau ragi yang dapat menghambat pertumbuhan jamur tiram. Proses sterilisasi dilakukan dengan berbagai cara atau dengan berbagai kombinasi. Petani jamur umumnya menggunakan alat sterilisasi yakni drum atau mesin penghasil uap (outoclave).

Keduanya memiliki kelemahan dan keunggulan masing-masing. Drum modifikasi lebih murah dan aman dalam pengoperasian. Namun daya tampungnya sedikit dan waktu sterilisasinya lama. Drum modifikasi ini bekerja dalam waktu 80-90 derajat celsius selama 10 jam. Suhu capaian yang kurang optimum tersebut masih memungkinkan kontaminasi mikroba. Biaya pembuatan drum modifikasi sekitar Rp 300 ribu.

Sedangkan outoclave bekerja lebih cepat yakni 1 jam, menghasilkan suhu 121 derajat celsius dan hasilnya dijamin lebih baik. Sayangnya autoclave sangat mahal sekitar Rp 30-an juta.

Islamiarani (Mahasiswi Manajemen Agribisnis Fakultas Pertanian IPB) bersama Azmi Asyidda Mushoffa ( Mahasiswa Departemen Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian IPB) dan Yudhi Sylvester Palinggi (Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB) berhasil mengembangkan inovasi alat sterilisasi yang memadukan dua kelebihan alat tersebut. Alat tersebut dinamai SterilBak. Keuntungan SterilBak ialah biaya investasi lebih murah, sebesar Rp 7 juta. Berdaya kerja optimal dan daya tampung yang lebih besar seperti Autoclave.

SterilBak mampu menampung 1000 baglog (tempat pertumbuhan jamur) atau drum sebanyak 10 unit. SterilBak tersusun dari tembok semen dengan ukuran 2 x 2 x 1 meter,tutup ruangan berbahan fiber, rak dari kayu, perangkat pressure gaurge, regulator uap air, boiler dan pipa besi . Tembok SterilBak dihubungkan dengan boiler yang akan menyalurkan uap panas.

Selain SterilBak, penemuan Islamiarani dkk, adalah teknologi Jamurbox yang menggantikan fungsi baglog. Keuntungan JamurBox ialah waktu panen jamur tiram yang lebih cepat, ramah lingkungan, aman dari kontaminan, dan dapat menghemat media jamur tiram. JamurBox terbuat dari plastik poliprofilen. Berbentuk persegi panjang yang disekat menjadi enam kotak kecil dengan ketinggian masing-masing media tanam sama. Ke-enam JamurBox tersebut ditutup dengan poliprofilen juga. Ditengah-tengah tutup dibuat lubang sebagai tempat penyuntikan benih jamur. Banyaknya media tanam seluruh kotak kecil pada JamurBox sama dengan jumlah media pada satu baglog.

Setiap pemanenan jamur tiram pada baglog biasa, media dibuang bagian atasnya kemudian di suntik lagi dengan bibit jamur. Demikian seterusnya, sehingga produktivitas masing-masing bagian di baglog tadi memungkinkan berbeda. Plastik baglog setelah beberapa kali pnen akan dibuang dan menjadi tumpukan limbah. Hal ini akan merusak keseimbangan lingkungan.

Secara teknis penggunaan JamurBox dengan plastik lebih baik karena tahan lama dalam pemakaiannya (diatas 3 tahun) dan bisa dipakai berulangkali selama tiga tahun. Berdasarkan analisis parsial perubahan penggunaan teknologi dari plastik menjadi JamurBox, maka keuntungan tambahan yang akan diperoleh petani jamur tiram sebesar Rp 14.383.300 atau peningkatan keuntungan 369,66 persen dengan kapasitas industri yang sama.

Para peminat masih harus menunggu karena berdasarkan informasi terkini alat tersebut masih dalam tahap pengujian di Fakultas Pertanian IPB Bogor, belum direkomendasikan untuk digunakan dan diproduksi baik terbatas maupun secara masal.