PETRO TRAP PENGENDALI HAMA LALAT BUAH

Petro Trap merupakan perangkap lalat buah dengan menggunakan feromon “Metil Eugenol”, seperti Petrogenol.

Petro Trap dapat diaplikasikan pada tanaman Jeruk, Jambu air, Jambu Batu, Nangka, Mangga, Cabai, Alpukat, Tomat dan lain-lain.

Perangkap ini telah didesain untuk mampu memerangkap lebih banyak dibandingkan perangkap lainnya. Perangkap ini dilengkapi corong berwarna kuning yang mampu menarik serangga untuk datang, serta mencegah serangga keluar dari perangkap. Selain itu keberadaan yellow sticky trap di dalam botol juga dapat mencegah lalat keluar.

Keunggulan Petro Trap lainnya adalah mampu bertahan lama di lapangan, hingga 2-3 bulan. Oleh karena itu, Petro Trap menjadi salah satu pengendalian lalat buah yang efektif, efisien dan mampu menekan biaya produksi.

Penggunaan perangkap sangat mudah, hanya dengan memasangkan metil eugenol di dalam botol, lalu digantungkan pada batang tanaman.

MENGENDALIKAN HAMA ULAT BAWANG

Biopestisida
Menangkap Kupu2 ulat bawang, untuk mengendalikan hama ulat grayak pada tanaman bawang merah

Ulat bawang (Spodoptera exigua) sudah menyerang tanaman bawang merah sejak umur 1 minggu setelah tanam. Petani bawang merah biasanya mengendalikan hama tersebut dengan insektisida kimia atau perangkap lampu (light trap). Pengendalian dengan cara tersebut diatas dianggap kurang efisien karena memerlukan tenaga dan biaya yang cukup besar. Harga pestisida kimia cenderung meningkat terus disamping itu juga menimbulkan efek samping baik terhadap manusia, hewan dan pencemaran lingkungan. Penggunaan light trap, selain biayanya mahal juga dapat membahayakan manusia jika pemasangannya tidak rapi dan hati-hati.Salah satu teknologi pengendalian hama ulat bawang yang efisien, efektif dan ramah lingkungan adalah dengan penggunaan bio-festisida “Feromon-Exi”. Supaya hasil tangkapan kupu-kupunya optimal,¬† pemasangan feromon pada areal pertanaman bawang dilaksanakan paling lambat 1 minggu sebelum bibit ditanam.

Pengujian penggunaan feromon pada beberapa lokasi di Jawa Barat (kab. Cirebon & Majalengka) menunjukkan hasil yang positif. Satu minggu setelah pemasangan perangkap berferomon exi, tangkapan serangga (ngengat) jantan dari hama ulat bawang rata-rata diatas 150 ekor atau maksimum 350 – 450 ekor. Biaya pengendalian dengan feromon-exi relatif murah, yaitu Rp 35.000,- per buah atau Rp 350.000,- per 2 dus (isi 10 buah) tanpa toples.Untuk luas pertanaman bawang 1 ha cukup dipasang 20-25 unit feromon atau Rp 700.000 – 900.000,- saja dan bisa bertahan sampai akhir panen. TENTANG ULAT GRAYAK (Spodoptera Litura F)

Penggunaan feromon-exi sangat disarankan dan bahannya mudah diperoleh. Feromon exi sudah bisa diperoleh dan dipesan melalui email ke arsasaputra72@gmail.com, atau hub. 08122128596, pesanan akan dikirim via TIKI. Pesanan diatas 2 dus dalam satu pengiriman diberikan korting harga sampai 10% (diluar biaya pengiriman). Pembayaran ditransfer melalui Bank BNI. (Admin)